Jumat, 19 Desember 2014

Ketika Kekuatan Ekonomi Dimata-matai

MEMBACA sekilas judul buku ini kesannya sangat menarik. Intelejen, sebuah kata yang biasanya terkait erat dengan dunia militer ataupun isu-isu geopolitik dan geostrategis lainnya. Lalu apa hubungannya dengan ekonomi? Saat ini pola hubungan antarnegara di dunia tidak hanya masalah geopolitik dan geostrategi, serta unjuk kekuatan milter semata, tetapi telah bergeser dan mengaitkan pula dengan hal-hal yang berbau ekonomi. Negara baru bisa dikatakan kuat jika tatanan ekonominya juga kuat, tak sekadar ukuran militer ataupun kekuatan politik lainnya saja yang kuat.

Senin, 08 September 2014

Teatrikal Hati, Cerita dalam Cerita

BINGUNG! Begitulah awal membaca novel ini, setidaknya pada sekitar 15 persen awal cerita yang saya baca, saya belum bisa mengikuti alur ceritanya. Kening ini dibuat semakin ciut dan berkerut. Bagaimana tidak, di awal cerita ujug-ujug (tiba-tiba) ada persoalan yang entah darimana datangnya yang tiba-tiba menukik begitu seolah tanpa penyebab, menjadi persoalan baru. Namun-namun setelah mengikut bab-bab berikutnya, barulah saya mulai bisa mengikuti alur ceritanya.

Selasa, 15 Juli 2014

Safari Cinta Sang Pencari Cinta

JIKA ingin belajar memaknai cinta dan rindu yang sebenarnya, bukan cinta dan rindu yang sekadar terkait dengan masalah sensualitas atau rasa melankolis yang dialami dua insan lain jenis, maka bacalah buku ini dengan mata elang dan kedalaman hati serta cadangan otak untuk berfikir dalam menapaki aksara demi aksara, kata demi kata yang dituangkan oleh penulisnya.

Sabtu, 05 Juli 2014

Pilpres dan Fenomena Menulis Surat

Sumber: maxxima-technology.com
Anda pernah menulis surat? Saya yakin hampir dari sebagian besar kita pernah menulis surat. Entah itu surat-surat resmi, surat untuk sahabat pena, surat cinta, ataupun surat pemberitahuan tidak masuk sekolah. Nah, perihal surat-menyurat ini, sepertinya menjelang perhelatan pemilihan presiden 2014 ini marak kembali dilakukan oleh sebagian orang. Mungkin bisa kita mulai dengan adanya surat dari calon Presiden Prabowo Subianto kepada guru-guru di beberapa daerah yang berisi permintaan memenangkannya pada pemilu presiden 9 Juli mendatang.

Sabtu, 19 April 2014

(Bukan) Puisi: Raimuikusopo?

raimuikusopo?
menyebut aku seperti wayang
menyebut aku pencerita sejuta harapan
menyebut aku penjual mimpi
menyebut aku seperti boneka

Rabu, 26 Maret 2014

Menikmati Kopi Pagi dengan Secangkir Teh

ADALAH buku lama yang terserak di lantai dengan bandrol harga Rp. 5000,- pada sebuah pameran buku di Jombang sekitar 2 tahun lalu. Sangat ironis memang, buku yang isinya sangat bernas tergeletak atau digeletakan  begitu saja layaknya onggokan koran bekas. Mungkinkah ini gambaran dari realitas masyarakat kita terhadap dunia literasi yang kata banyak ahli, lumpuh membaca dan apalagi menulis? Entahlah. Yang jelas buku ini isinya sangat menarik, setidaknya bagi saya.

Senin, 17 Maret 2014

Ketika PSK Mengaplikasikan Strategi Diskriminasi dan Diskon Harga

BUKU SuperFreakonomics ini sebenarnya buku yang sudah lama saya beli, yaitu sekitar 4 tahun lalu. Ketertarikan saya pada buku ini bukan saja karena "nomics"-nya, tetapi lebih pada karena "SuperFreak"-nya sehingga menjadikan "nomics" begitu mudah difahami tanpa harus dibuat pusing tujuh keliling. Selain itu, bahasa yang ditampilkan juga sangat renyah sehingga mudah untuk "dikunyah". Wajar saja, karena penulisnya adalah kolabarasi antara seorang ekonom dengan seorang jurnalis.

Jumat, 14 Maret 2014

Surat Buat Presiden SBY dari Warga Riau

Foto: merdeka.com
TERCENUNG juga sejak kemarin mendapati tulisan yang sangat 'menarik' perhatian saya diberbagai media, sebuah surat dari warga Riau yang hari-hari terakhir dilanda kabut asap namun hampir luput dari pemberitaan apalagi penanganan, tenggelam oleh hiruk pikuk berita-berita politik dan "sebangsanya". Surat itu beredar sedemikian cepat dan termuat di banyak media online maupun jejaring sosial dan forum-forum diskusi. Isinya sangat jelas menohok hati (jika masih punya hati) pemimpin negeri ini, dan dengan jelas mempertegas bahwa masalah asap tak sekadar masalah terbakarnya hutan atau lahan, tetapi lebih dari itu terkait dengan banyak hal, semisal keserakahan, ketidakpedulian negara, dan kepongahan Jakarta menjadi tudingan serius penyebab asap.

Selasa, 11 Maret 2014

Deteksi Ekonomi: Ketika Harga Secangkir Kopi Lebih Mahal

MEMBACA buku ekonomi (akademis), seringkali kening kita dibuat berkerut karena suguhan grafis, angka-angka, dan rumusan matematis yang menjelimet, yang memang semua itu adalah roh dari ilmu ekonomi. Namun, dengan buku ini, kita akan mendapat suguhan yang jauh berbeda. Buku ini memaparkan fenomena ekonomi dengan renyah dan santai, sesantai kita menikmati kopi di pagi hari. Dalam buku ini kita akan menjumpai masalah kesenjangan antar negara tanpa harus ada grafis-grafis dan angka-angka untuk menjelaskannya. Atau kita akan dihadapkan pada persoalan eksternalitas yang dalam bahasa ekonomi (akademis) sangat menjelimet pemaparannya, namun dalam buku ini dibuat sederhana dan tak ada angka-angka ataupun rumusan matematis.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenai Saya

Foto saya
Jombang, East Java, Indonesia
I was born and grew up in Wonosalam. Lives in Malang. Only a "pencangkul" and coffee lovers, coffee addicts even.

Pengikut