Senin, 08 September 2014

Teatrikal Hati, Cerita dalam Cerita

BINGUNG! Begitulah awal membaca novel ini, setidaknya pada sekitar 15 persen awal cerita yang saya baca, saya belum bisa mengikuti alur ceritanya. Kening ini dibuat semakin ciut dan berkerut. Bagaimana tidak, di awal cerita ujug-ujug (tiba-tiba) ada persoalan yang entah darimana datangnya yang tiba-tiba menukik begitu seolah tanpa penyebab, menjadi persoalan baru. Namun-namun setelah mengikut bab-bab berikutnya, barulah saya mulai bisa mengikuti alur ceritanya.

Novel yang berjudul Teatrikal Hati ini merupakan hasil "kolaborasi" dua penulis Rantau Anggun dan Binta Al Mamba yang mengangkat kisah empat wanita dengan karakter yang berbeda-beda. Meskipun lebih banyak dan lebih heroik mengisahkan perjuangan hidup empat wanita itu, namun dalam kisah ini juga tak meninggalkan peran para lelaki yang hidup dan menghidupkan dalam novel ini.

Novel ini tampak seperti cerita-cerita terpenggal atau bahkan kumpulan cerpen atau catatan harian, namun sesungguhnya ini adalah cerita saling terkait, yang membuat alur ceritanya mengalir meski harus berkelok-kelok dan meliuk-liuk. Dan mungkin pembaca baru bisa melihat ini cerpen atau bukan setelah mengikuti aliran kata sampai mendekati "muara" ceritanya. Setiap penggalan kisah yang ditampilkan akan mempermainkan perasaan pembaca. Pembaca dibuat bertanya-tanya oleh misteri apa yang menghubungkan keempat tokoh utama. Masing-masing tokoh memiliki peran penting dan saling terkait satu sama lain. Seperti serpihan cerita yang semakin dibaca semakin menyatukan dan menjelaskan misteri apa yang terkadi dalam bongkahan kisah.

Hanya saja, dalam novel ini ada satu hal yang kurang "match" antara kondisi sebenarnya dengan kondisi tahun 1970-an, terutama tentang villa dan tentang perkebunan cengkeh. Meskipun demikian, ini tak mengurangi letupan-letupan cerita yang setiap saat meledak-ledak dan mengagetkan pembacanya. Namanya juga kisah fiksi, sangat diizinkan "bercanda" dengan fakta-fakta.

Membaca novel ini memang perlu meluangkan waktu khusus (setidaknya saya sendiri), tak bisa atau tak nikmat jika membacanya sambil lalu atau dicicil sedikit demi sedikit, berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Juga perlu kekhusyukan hati untuk menuntaskannya. Selamat membaca!

Judul: Teatrikal Hati
Penulis: Rantau Anggun dan Binta Al Mamba
Penerbit : Quanta (PT. Elex Media Komputindo)
Tahun: 2013
Tebal: 342 Halaman


BUKUKU# Ini adalah catatan sederhana dari buku-buku yang saya miliki dan saya baca yang jauh dari kaidah resensi buku sebenarnya, karena hanya terbatas 3-5 paragraf. Untuk resensi buku yang 'sedikit serius' biasanya saya unggah di blog pertama saya DI SINI.

1 komentar:

  1. Waaa... udah diendors, dibikinin resensi pula. makasiih pak :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenai Saya

Foto saya
Jombang, East Java, Indonesia
I was born and grew up in Wonosalam. Lives in Malang. Only a "pencangkul" and coffee lovers, coffee addicts even.

Pengikut