Rabu, 26 Maret 2014

Menikmati Kopi Pagi dengan Secangkir Teh

ADALAH buku lama yang terserak di lantai dengan bandrol harga Rp. 5000,- pada sebuah pameran buku di Jombang sekitar 2 tahun lalu. Sangat ironis memang, buku yang isinya sangat bernas tergeletak atau digeletakan  begitu saja layaknya onggokan koran bekas. Mungkinkah ini gambaran dari realitas masyarakat kita terhadap dunia literasi yang kata banyak ahli, lumpuh membaca dan apalagi menulis? Entahlah. Yang jelas buku ini isinya sangat menarik, setidaknya bagi saya.

Buku ini ditulis dengan bahasa sederhana dan cakupan yang membumi seputar dunia perpajakan, zakat, investasi, koperasi, moneter dan sebagainya. Ulasan-ulasan tentang dunia ekonomi mikro (kecil) memang lebih mendominasi isinya. Meskipun begitu, ada juga yang membahas tentang kebijakan ekonomi yang bersifat nasional. Filosofi tulisannya mengingatkan saya akan karya E. F. Schumacher, "Kecil Itu Indah", yang begitu kuat mewarnai tulisan-tulisan ekonom senior Surabaya ini.

Dalam buku ini pula, ada satu artikel dengan titel yang sangat menarik perhatian saya: "Coffee Morning dengan Suguhan Teh". Tak hanya titelnya yang menarik, kontennya juga menarik. Simak saja bagaimana penulis menyuguhkan kalimat ilustrasi sebagai pembuka artikel ini: "Silahkan tuan-tuan memilih teh susu atau kopi susu, tetapi teh dan kopinya lebih dulu, sedangkan susunya nanti". Menarik bukan? Di artikel ini penulis sepertinya ingin menunjukkan dan mengulas ironi-ironi ekonomi/aktivitas ekonomi Indonesia. Aktivitas yang seringkali penuh basa-basi dan malah lebih banyak basinya daripada basanya [hal. 15]. 

Begitulah, meskipun buku lama dari kumpulan tulisan lama, tetapi buku ini (masih) sangat menarik. Hanya saja penampilan buku ini, baik cover maupun content lay out, kurang menarik dan terkesan asal-asalan. Padahal, diterbitkan oleh penerbit yang cukup besar dengan kata pengantar seorang Dahlan Iskan!***


Judul: Membangun Ekonomi Nasional
Penulis: Datta Wardana
Pengantar: Dahlan Iskan
Penerbit: JP Press
Tahun: 2004
Halaman: xvi + 224 hal.


BUKUKU# Ini adalah catatan sederhana dari buku-buku yang saya miliki dan saya baca yang jauh dari kaidah resensi buku sebenarnya, karena hanya terbatas 3-5 paragraf. Untuk resensi buku yang 'sedikit serius' biasanya saya unggah di blog pertama saya DI SINI.

2 komentar:

  1. Budaya membaca di Indonesia masih terbilang kurang baik kalau tidak boleh dibilang rendah penghargaan terhadap buku pun serupa...

    saya tertarik dengan kalimat ini : "Silahkan tuan-tuan memilih teh susu atau kopi susu, tetapi teh dan kopinya lebih dulu, sedangkan susunya nanti"

    mungkin saya akan menjawab sudah kopi hitam saja tanpa susu

    BalasHapus
  2. Saya termasuk yang tidak setuju dengan cara penerbit atau penjual buku di pameran yang menumpuk bukunya di lantai kayak sampah. Soal harga bolehlah murah, tapi cara memperlakukan bukunya itu lho...

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenai Saya

Foto saya
Jombang, East Java, Indonesia
I was born and grew up in Wonosalam. Lives in Malang. Only a "pencangkul" and coffee lovers, coffee addicts even.

Pengikut