Senin, 17 Maret 2014

Ketika PSK Mengaplikasikan Strategi Diskriminasi dan Diskon Harga

BUKU SuperFreakonomics ini sebenarnya buku yang sudah lama saya beli, yaitu sekitar 4 tahun lalu. Ketertarikan saya pada buku ini bukan saja karena "nomics"-nya, tetapi lebih pada karena "SuperFreak"-nya sehingga menjadikan "nomics" begitu mudah difahami tanpa harus dibuat pusing tujuh keliling. Selain itu, bahasa yang ditampilkan juga sangat renyah sehingga mudah untuk "dikunyah". Wajar saja, karena penulisnya adalah kolabarasi antara seorang ekonom dengan seorang jurnalis.

Banyak hal dan kisah yang menarik yang dikupas dalam buku ini. Salah satu kisah menarik misalnya terkait dengan perilaku pekerja seks komersial (PSK) yang mengaplikasikan teori ekonomi. Steven D. Levitt dan Stephen J. Dubner mengemukakan bahwa setelah dilakukan konversi ke harga saat ini, ternyata pendapatan tahunan seorang pekerja seks komersial (PSK) pada tahun 2009 hanyalah 1/5 dari pendapatannya seabad kemudian atau pada tahun 1910. Hal ini disebabkan bukan karena menurunnya permintaan (demand) lelaki terhadap PSK, karena tingkat libido kaum lelaki relatif konstan dalam satu abad terakhir, tetapi lebih pada strategi diskriminasi harga dan diskon harga yang para PSK aplikasikan.

Masih banyak hal-hal lain yang dikemukanan Levitt dan Dubner dengan pertanyaan yang tak terduga. Sebut saja pertanyaan-pertanyaan, mengapa para dokter enggan mencuci tangan? Apakah makan daging kangguru dapat menyelamatkan planet bumi? Mengapa pengebom bunuh diri harus membeli asuransi jiwa? dan sebagainya, yang semuanya oleh Levitt dan Dubner dijelaskan dengan cerita yang hebat. Cerita dari dunia nyata, dari dunia hening dan serius dari balik tembok universitas, sampai sudut jalan temaram yang paling muram. Tertarik?

Judul:
Superfreakonomics: Pendinginan Global, Pelacur Patriotik dan Mengapa Pengebom Bunuh Diri Harus Beli Asuransi Jiwa
Penulis:
Stephen J. Dubner, Steven D. Levitt
Penerbit:       
Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2010
Halaman: 308

 
BUKUKU# Ini adalah catatan sederhana dari buku-buku yang saya miliki dan saya baca yang jauh dari kaidah resensi buku sebenarnya, karena hanya terbatas 3-5 paragraf. Untuk resensi buku yang 'sedikit serius' biasanya saya unggah di blog pertama saya DI SINI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenai Saya

Foto saya
Jombang, East Java, Indonesia
I was born and grew up in Wonosalam. Lives in Malang. Only a "pencangkul" and coffee lovers, coffee addicts even.

Pengikut