Selasa, 11 Maret 2014

Deteksi Ekonomi: Ketika Harga Secangkir Kopi Lebih Mahal

MEMBACA buku ekonomi (akademis), seringkali kening kita dibuat berkerut karena suguhan grafis, angka-angka, dan rumusan matematis yang menjelimet, yang memang semua itu adalah roh dari ilmu ekonomi. Namun, dengan buku ini, kita akan mendapat suguhan yang jauh berbeda. Buku ini memaparkan fenomena ekonomi dengan renyah dan santai, sesantai kita menikmati kopi di pagi hari. Dalam buku ini kita akan menjumpai masalah kesenjangan antar negara tanpa harus ada grafis-grafis dan angka-angka untuk menjelaskannya. Atau kita akan dihadapkan pada persoalan eksternalitas yang dalam bahasa ekonomi (akademis) sangat menjelimet pemaparannya, namun dalam buku ini dibuat sederhana dan tak ada angka-angka ataupun rumusan matematis.

Adalah seorang Tim Harford yang menyuguhkan tulisan-tulisan ekonominya dengan sajian yang sangat berbeda. Tanpa kita sadari, dari buku ini kita terbius dan teracuni dengan teori-teori ekonomi. Ia mengajak kita untuk memandang dunia sesuai dengan profesinya, yaitu seorang ekonom. Mengajak kita mempelajari ekonomi China yang mampu mengentaskan sejuta rakyat miskinnya dalam waktu sebulan. Atau kita juga diajak dari secangkir kopi yang kita nikmati, siapakah yang paling kaya dari kopi? Dan masih banyak lagi masalah-masalah ekonomi sehari-hari yang menarik ditampilkan dalam buku ini.

Buku koleksi lama saya ini memang bukan buku teori ekonomi, tetapi jelas memaparkan investigasi dengan peralatan ekonomi dan ditulis oleh seorang ekonom. Suguhannya mirip-mirip dengan Soccernomics yang terbit jelang gelaran piala dunia 2010 lalu, atau buku Superfreakonomics karya Stephen J. Dubner dan Steven D. Levitt, yang kebetulan Levitt ini memberikan testimoninya untuk buku ini dan ditampilkan di bagian sampul depan. "Bacaan penting ....... buku ini menggambarkan kekuatan ekonomi dalam kehidupan", demikan kata Levitt. Tertarik?


Judul: Detektif Ekonomi: Kisah Tersembunyi di Balik Harga Produk, Pasar Saham, Perdagangan Bebas, dan Ekonomi Sehari-hari
Penulis: Tim Harford
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2009
Halaman:  416



BUKUKU# Ini adalah catatan sederhana dari buku-buku yang saya miliki dan saya baca yang jauh dari kaidah resensi buku sebenarnya, karena hanya terbatas 3-5 paragraf. Untuk resensi buku yang 'sedikit serius' biasanya saya unggah di blog pertama saya DI SINI.

2 komentar:

  1. Dan tulisan ini juga renyah dan santai, sesantai saat menikmati kopi diseore hari seperti sekarang.. :)

    Salam..

    BalasHapus
  2. Mungkin mirip buku2 tulisannya rhenald khasalli ya... buku seriua yang ditulid dengan gaya ngepop

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenai Saya

Foto saya
Jombang, East Java, Indonesia
I was born and grew up in Wonosalam. Lives in Malang. Only a "pencangkul" and coffee lovers, coffee addicts even.

Pengikut