Senin, 13 Mei 2013

Trisakti, 12 Mei 1998

ada peristiwa di hari ini
yang menghiasi koran pagi
:mahasiswa mati ditembaki
saat demonstrasi
dan mengibarkan bendera reformasi

bunga-bunga negeri pun lunglai
jatuh terkulai

isyarat malam hari
dengan suara keras tangisan bayi
tak ada yang menghiraukan lagi

subuh lumpuh parah
pagi terluka goresan merah
siang bau amis darah
sore telah jadi jenazah
malampun tak lagi bertingkah
sebab air matanya habis terperah

peluru-peluru besi
menusuk jantung anak negeri
meninggalkan matahari
mengantar pada ruang abadi

darah yang tumpah sebagai bukti
takkan sia-sia tercecer disini
akan bicara tentang tragedi
akan menjadi saksi
akan bercerita pada setiap generasi
tanpa harus mengingkari dan basa-basi
pada suatu hari nanti

kawan, jangan kau merasa sunyi
pergilah, doaku selalu mengiringi


indonesia, 13 Mei 1998

2 komentar:

  1. puisinya menyayat, menampar dan mengingat kenangan, thanks!

    BalasHapus
  2. Luar biasa
    membakar semangat perjuangan
    Yang muda memang sering sangat idealis berjuang
    tetapi yang tua, tak jarang lebih dari realis dan pragmatis.
    Yang muda sering terbawa ambisi, dan lupa strategi
    Dan yang tua tak jarang terlalu bermain strategi dan kadan hampir seolah-olah tak mau berbuat
    visit blog ane ya tipsdankabarkita.blogspot

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenai Saya

Foto saya
Jombang, East Java, Indonesia
I was born and grew up in Wonosalam. Lives in Malang. Only a "pencangkul" and coffee lovers, coffee addicts even.

Pengikut