Selasa, 30 Oktober 2012

Pada Lautmu (2)

katakan padaku tentang lautmu yang biru
yang selalu membuat hatimu risau
katakan padaku tentang gejolak ombak
yang selalu membuat jantungmu berdetak retak

Senin, 29 Oktober 2012

Selamat Pagi Matahari

selamat pagi matahari
ternyata aku masih hidup hari ini
ayo, antarkan aku pergi demonstrasi
di dalam sunyi, dalam belantara puisi!

Minggu, 28 Oktober 2012

Nostalgia Pengantin Sastra

Oleh Sabrank Suparno

SASTRA, kerap seruas dengan hal tak terduga, lepas dari prediksi dan jangkauan macam apa pun, tiba-tiba ada, hadir, mengalir, nyata, kemudian hilang, senyap, muram, kelam dan remang. Keunikan apa sesungguhnya yang terjadi di balik fenomena sastra? Sehingga sedemikian ‘membatmentul-nya’diayunkan keseimbangan sejarah.

Kamis, 25 Oktober 2012

Sabtu, 20 Oktober 2012

Ibu Pertiwi Sempoyongan

ibu pertiwi sempoyongan
seperti perahu-perahu nelayan
terombang-ambing di tengah lautan
dihantam badai dan topan

Jumat, 19 Oktober 2012

(Bukan) Puisi Ngantuk

maaf kalau aku ingin tidur
atau setidaknya ingin ngantuk
jika mendengar pidatomu
tentang inflasi 5 % terkendali

Rabu, 17 Oktober 2012

Jumat, 12 Oktober 2012

Puisi itu…! Menerjang Pecundang

Oleh Sabrank Suparno*

DETIK-detik penutupan serangkaian acara Gebyar Pesta Seni Rakyat Jombang yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jombang (DeKaJo) beserta lembaga terkait di gedung PSBR, dipungkasi dengan pertunjukan Teatrikalisasi-Puisi-Musik persembahan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Jombang angkatan 2009. Pementasan sesi pertama digelar pukul 15:30 dan pementasan ulang pukul 19:00, dengan 4 judul puisi sekaligus: Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta dan Balada Terbunuhnya Atmo Karpo karya WS. Rendra, Menghisap Kelembak Menyan karya Emha Ainun Nadjib, dan terahir MAJOI (Malu Aku Jadi Orang Indonesi karya Taufik Ismail.    

Kamis, 11 Oktober 2012

Banyuwangi Tak Wangi Lagi

“Bunuh dia! Habisi dia!”
Kata orang-orang bertopeng
yang menyeretnya beramai-ramai
ke dalam kegelapan, kemarin malam

Rabu, 10 Oktober 2012

Sasana Elegi Sebuah Negeri

Oleh Sabrank Suparno*


     “Lain lubuk lain belalang…
                       ……lain pula ikan dan pemancingnya.”

Menapaki awal tahun baru 2011, mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Jombang menorehkan catatan tersendiri dalam percaturan perteateran Indonesia. Program pementasan’Elegi Sebuah Negeri’ yang di gebyakkan oleh angkatan 2008 di Aula Depag Jombang selama 3 hari lalu seolah penyambung tongkat estafet adik kelasnya (angkatan 2009) yang menuntaskan pementasan ‘Teatrikalisasi- Puisi pada 6 Januari 2011 di gedung PSBR Jombang.

Selasa, 09 Oktober 2012

Sastra Singo Edan Meraung Gemontang

(Reportase, bedah “Salam Mempelai” karya Tengsoe Tjahjono)

Oleh Sabrank Suparno*

ADA beberapa analis yang pernah mengatakan, perihal seluk-beluk kesusastraan Malang. Termasuk asumsi yang dikemukakan bahwa sastrawan Malang cenderung inklusif, tipikal, kaku dll. Asumtor itu menunjuk satu indikator yang menurut pengamatan mereka, sikap sastrawan Malang selama ini menutup diri dengan jaringan komunitas lain, egois, ber-megalomania atas kebesaran masa lalunya. Pendeknya berputar membangun kediriannya, pandangan mengenai kepribadiannya di hadapan dirinya sendiri.

Senin, 08 Oktober 2012

Puisi Nasi Bungkus

sebungkus nasi, sepotong tempe
sekepal sayur, sedulit sambal cabe
segelas air mineral, secangkir kopi pahit
.      : Tuhan, nikmat mana yang pantas kudustai?

Minggu, 07 Oktober 2012

NU Miring, Sastra Gonjang Ganjing

Oleh Sabrank Suparno*

MENELUSURI kiprah para muda NU sepeninggal tokoh muktabar Abdurrahman Wahid, diam-diam generasi penerusnya aktif melakukan upaya terobosan  yang mengarah ke pembangkitan kesadaran kembali, terutama pada wilayah tradisi keNUan atau yang dikenal dengan ‘tradisi santri’. Geliat ini dapat kita amati dari berbagai acara yang berkenaan dengan keNUan dari berbagai sektor kehidupan sosial, politik, kebudayaan, kesenian dan sastra, bahkan soal yang remeh sekali pun perihal ‘guyonan nyentrik ala NUis.

Jumat, 05 Oktober 2012

Puisi Belum Ada Judul

Oleh Sabrank Suparno*

mungkin esok hari
jenazahku ini
akan kupersembahkan
di hari perkawinanmu
duhai sayangku

Kamis, 04 Oktober 2012

Senin, 01 Oktober 2012

Besut Seikat Kembang Nusantara

Oleh: Sabrank Suparno

BESUT dan folklor di belantara nusantara adalah seikat kembang bertangkai dua: satu berwajah polos nan lugu berperingai bocah ingusan sebuah desa terpelosok, yakni kampung Jombang, dua sebagai kawan sepermainan dengan anak-cucu folklor senusantara lainnya. Keduanya berbeda julukan dan tanah kelahiran, namun berperilaku sepadan, yakni khusuk bersila merenungi jati diri, dari rahim siapa ia lahir di muka bumi? Kemudian kedewasaan menghantarkan dirinya meniti asa cinta yang ternodai.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenai Saya

Foto saya
Jombang, East Java, Indonesia
I was born and grew up in Wonosalam. Lives in Malang. Only a "pencangkul" and coffee lovers, coffee addicts even.

Pengikut