Sabtu, 29 September 2012

Senja Itu Telah Memaksamu Pulang

senja itu telah memaksamu pulang, kawan
kemudian melipat-lipat
dan membiarkanmu terkapar
dirubung lalat di emperan toko cina

kini engkau telah merdeka
terbang bersama angin senja

guratan-guratan di pipi
adalah peta hidup yang kau titi
jalan hidup yang berkelok
hidup tanpa bahan pokok

senja itu telah memaksamu pulang, kawan
padahal engkau belum tuntas
menyusuri padatnya lalu lintas
mencari mimpi-mimpi yang terkelupas

senja itu telah memaksamu pulang, kawan
sebelum engkau sempat
menelan habis nasi bungkusan
sebagai syarat hidupmu

senja itu telah memaksamu pulang, kawan
sebelum engkau sempat minta ijin negaramu
karena engkau, fakir miskin
dan anak-anak terlantar
dipelihara oleh negara*!!!

(November 2001)
*mengutip salah satu pasal dalam UUD  ‘45

4 komentar:

  1. Senja ini pula yang memaksa aku untuk mandi,,, hehehe... Salam hangat selalu

    BalasHapus
  2. kereeen... kata-katanya bagaikan kamera, mampu menjpret sebuah fenomena kehidupan...

    BalasHapus
  3. Pulang dulu.. sudah senja..
    besok ke lampu merah lagi...

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Mengenai Saya

Foto saya
Jombang, East Java, Indonesia
I was born and grew up in Wonosalam. Lives in Malang. Only a "pencangkul" and coffee lovers, coffee addicts even.

Pengikut